﴿ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي ﴾
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku”﴿ فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً ﴾
“Maka sungguh baginya kehidupan yang sempit”﴿ وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴾
“Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”﴿ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيۤ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً ﴾
“Ia berkata: Wahai Tuhanku, mengapa Engkau membangkitkanku dalam keadaan buta padahal dahulu aku melihat?”﴿ قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَٰلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ ﴾
“Allah berfirman: Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami lalu engkau melupakannya, maka demikian pula pada hari ini engkau dilupakan.”
Dari Muhammad bin Yahya, dari Salamah bin al-Khaththab, dari al-Husain bin Abdurrahman, dari Ali bin Abi Hamzah, dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah Imam Ja’far ash-Shadiq alaihissalam mengenai firman Allah عز وجل:
﴿ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً ﴾
Beliau berkata:
“Yang dimaksud adalah wilayah Amirul Mukminin Imam Ali alaihissalam.”
Aku berkata:
﴿ وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴾
“Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”?
Beliau berkata:
“Maksudnya buta penglihatan pada hari kiamat, dan buta hati di dunia dari wilayah Amirul Mukminin Imam Ali alaihissalam.”
Beliau berkata lagi:
“Dan ia dalam keadaan kebingungan pada hari kiamat, lalu berkata:
﴿ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيۤ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً ﴾
‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau membangkitkanku dalam keadaan buta padahal dahulu aku melihat?’Lalu Allah berfirman:
﴿ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا ﴾
‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami.’
Beliau berkata:
“Yang dimaksud dengan ayat-ayat adalah para Imam alaihimussalam.
﴿ فَنَسِيتَهَا وَكَذَٰلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ ﴾
‘Lalu engkau melupakannya, maka demikian pula pada hari ini engkau dilupakan.’
Maksudnya: engkau meninggalkannya. Dan demikian pula pada hari ini engkau ditinggalkan di dalam neraka sebagaimana dahulu engkau meninggalkan para Imam alaihimussalam; maka engkau tidak menaati perintah mereka dan tidak mendengarkan perkataan mereka.”
