Teks Hadis :

أصلُ الدِّينِ هو الإمام

قال الإمام الصادق (ع):

«ثُمَّ أُخْبِرُكَ أَنَّ أَصْلَ الدِّينِ هُوَ رَجُلٌ، وَذَلِكَ الرَّجُلُ هُوَ اليَقِينُ، وَهُوَ الإِيمَانُ، وَهُوَ إِمَامُ أَهْلِ زَمَانِهِ، فَمَنْ عَرَفَهُ عَرَفَ اللهَ وَدِينَهُ، وَمَنْ أَنْكَرَهُ أَنْكَرَ اللهَ وَدِينَهُ، وَمَنْ جَهِلَهُ جَهِلَ اللهَ وَدِينَهُ، وَلَا يُعْرَفُ اللهُ وَدِينُهُ وَشَرَائِعُهُ بِغَيْرِ ذَلِكَ الإِمَامِ.»

مختصر بصائر الدرجات للحلي – الصفحة ٧٨

«مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَعْرِفْ إِمَامَ زَمَانِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»


Terjemah :

Pokok agama adalah Imam

Imam Ja’far ash-Shadiq (a.s.) berkata:

“Kemudian aku memberitahukan kepadamu bahwa pokok agama adalah seorang laki-laki (manusia), dan laki-laki itu adalah keyakinan, dia adalah iman, dan dia adalah imam bagi penduduk zamannya. Barang siapa mengenalnya, maka ia mengenal Allah dan agama-Nya. Barang siapa mengingkarinya, maka ia mengingkari Allah dan agama-Nya. Barang siapa tidak mengenalnya, maka ia tidak mengenal Allah dan agama-Nya. Dan Allah, agama-Nya, serta syariat-syariat-Nya tidak dapat dikenal kecuali melalui imam tersebut.”

Mukhtashar Bashā’ir ad-Darajāt karya al-Hilli, hlm. 78

“Barang siapa meninggal dunia dan tidak mengenal imam zamannya, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliah.”

🌹🌹🌹