Kisah Ismail Bin Hizqil as Dan Keyakinan Raj’ah


كامل الزيارات: ص 65 ب 19 ح 3

“Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ja‘far ar-Razzaz, dari Muhammad bin al-Husain bin Abi al-Khaththab dan Ahmad bin al-Hasan bin ‘Ali bin Fadhal, dari ayahnya, dari Marwan bin Muslim, dari Buraid bin Mu‘awiyah al-‘Ijli, ia berkata:

Aku berkata kepada Abu Abdillah alaihisalam :

‘Wahai putra Rasulullah, kabarkanlah kepadaku tentang Ismail yang disebut Allah dalam Kitab-Nya ketika Dia berfirman:

{وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا}

“Dan sebutlah dalam Kitab Ismail. Sesungguhnya dia adalah benar janjinya dan dia adalah seorang rasul lagi nabi.”

(Surah Maryam: 54)

Apakah dia Ismail bin Ibrahim alaihisalam?. Karena manusia mengira bahwa dia adalah Ismail bin Ibrahim.’

Maka Imam ash-Shadiq alaihisalam berkata:

‘Sesungguhnya Ismail wafat sebelum Ibrahim, sedangkan Ibrahim adalah hujjah Allah yang tegak, pemilik syariat. Maka kepada siapa Ismail diutus kalau begitu?’

Aku berkata:

‘Semoga aku menjadi tebusanmu, lalu siapa dia?’

Beliau alaihisalam berkata:

‘Dia adalah Ismail bin Hizqil sang nabi alaihisalam. Allah mengutusnya kepada kaumnya, lalu mereka mendustakannya, membunuhnya, dan menguliti wajahnya.

Maka Allah murka kepada mereka karena dirinya, lalu Allah mengutus kepadanya Ishtatha’il, malaikat azab.

Malaikat itu berkata:

“Wahai Ismail, aku adalah Ishtatha’il, malaikat azab. Tuhan Yang Maha Mulia mengutusku kepadamu agar aku mengazab kaummu dengan berbagai jenis azab jika engkau menghendaki.”

Maka Ismail berkata:

“Aku tidak membutuhkan itu.”

Lalu Allah mewahyukan kepadanya:

“Apa kebutuhanmu wahai Ismail?”

Maka ia berkata:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah mengambil perjanjian bagi diri-Mu dengan rububiyyah, bagi Muhammad dengan kenabian, dan bagi para washinya dengan wilayah. Dan Engkau telah memberitahukan kepada sebaik-baik makhluk-Mu tentang apa yang akan dilakukan umatnya terhadap Husain bin Ali alaihisalam setelah nabinya. Dan Engkau telah menjanjikan kepada Husain alaihisalam bahwa Engkau akan mengembalikannya ke dunia hingga ia membalas sendiri orang yang melakukan itu terhadapnya.

Maka kebutuhanku kepada-Mu wahai Tuhanku adalah agar Engkau mengembalikanku ke dunia hingga aku membalas orang yang melakukan itu terhadapku sebagaimana Engkau mengembalikan Husain alaihisalam.

Maka Allah menjanjikan hal itu kepada Ismail bin Hizqil. Maka ia akan kembali bersama Husain alaihisalam.