Tafsir Ahlbayt as Vs Tafsir Syiah Dalam Isu Raj’ah
Imam Jakfar Shadiq as murka besar kepada para pengarang tafsir Dari Syiah : At-Thusi, at-Thabarsi, Dan Thabathaba’i disebabkan mereka tidak percaya dengan akidah Raj’ah Dan membuang tafsir Ahlbayt serta menggantinya dg tafsir Sunni.
Berikut ayat Raj’ah yang ditafsirkan Imam Jakfar Shadiq as Dan ditolak oleh para PENGARANG tafsir Syiah :
_
{وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَنْ يَمُوتُ}
“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah mereka yang sungguh-sungguh: ‘Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.’”
Tafsir al-Burhan jilid 4
Mari kita lihat bagaimana Ahlulbait as sebagai pemilik otoritas tunggal tafsir alquran berkata dalam tafsir ayat mulia ini Dan bagaimana para pengarang tafsir Syiah menolak tafsir Ahlbayt as :
Dari Abu Bashir, ia berkata:
Imam Ja‘far ash-Shadiq Salam atasnya bertanya kepadaku:
“Apa yang mereka katakan tentang ayat ini?”
Abu Bashir ra berkata:
“Mereka mengatakan bahwa kaum MUSYRIK bersumpah kepada Rasulullah bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang-orang mati.”
Maka beliau as berkata:
“Celaka bagi orang yang mengatakan ini… binasalah mereka!
Apakah kaum musyrik itu bersumpah dengan Allah ataukah dengan Latta dan Uzza?”
Abu Bashir ra berkata:
“Semoga aku menjadi tebusanmu, jelaskanlah itu kepadaku.”
Beliau as berkata:
“Apabila Qo’im kami telah bangkit, Allah akan membangkitkan untuknya sekelompok kaum dari kalangan syiah kami, dengan gagang-gagang pedang di atas pundak mereka.
Maka berita itu sampai kepada sekelompok dari syiah kami yang belum mati, lalu mereka berkata:
‘Si Fulan dan Fulan telah dibangkitkan dari kubur mereka bersama al-Qa’im!’
Kemudian berita itu sampai kepada sekelompok musuh-musuh kami Dari kaum Nasibi ( Muslim Non-Syiah ) lalu mereka berkata:
‘Wahai kaum Syiah, alangkah dustanya kalian! Ini adalah daulah kalian namun kalian masih berdusta di dalamnya. Tidak, demi Allah, mereka tidak hidup dan tidak akan hidup sampai Hari Kiamat.’
Maka Allah mengisahkan ucapan mereka itu dalam firman-Nya:
{وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ}”
٠٠٠
Keterangan sebagaimana tertulis dalam teks:
Imam Jakfar Shadiq as mencela dengan sangat keras orang yang menafsirkan ayat ini tentang Hari Kiamat, dan beliau berkata:
“Celaka bagi orang yang mengatakan ini… binasalah mereka.”
Disebutkan bahwa ungkapan ini sangat keras, karena Al-Qur’an menggunakan kata “تبّاً” terhadap musuh Allah dan musuh Rasul-Nya yaitu Abu Lahab:
{تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ}
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.”
Dan dalam surah yang sama disebutkan:
{سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ}
“Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.”
Disebutkan bahwa ayat ini berbicara tentang dibangkitkannya orang-orang mati ketika Imam Zaman as bangkit, yaitu pada era alMahdi as, yang dianggap sebagai pendahuluan dan gerbang menuju Raj’ah.
Dan orang-orang yang menafsirkan ayat ini sebagai Hari Kiamat menunjukkan kebodohan atau penentangan mereka terhadap hadis Ahlulbait as.
Disebutkan pula bahwa Imam ash-Shadiq Salam atasnya menjelaskan hal itu dengan ucapannya:
“Apakah kaum musyrik itu bersumpah dengan Allah ataukah dengan Latta dan Uzza?”
Karena ayat tersebut berbunyi:
{وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ}
Dan mereka bersumpah demi Allah ( bukan demi Latta Dan Uzza ).
Sedangkan kaum musyrik disebut tidak bersumpah dengan Allah, tetapi dengan berhala-berhala mereka.
__
Sangat aneh dan disesalkan adalah banyak ulama besar Syiah menafsirkan ayat ini tentang sebagai kaum musyrik dan orang kafir, serta bahwa yang dimaksud adalah pengingkaran terhadap kebangkitan Hari Kiamat, padahal ini penentangan umat Muhammad saw terhadap akidah Raj’ah.
__
Berikut beberapa pendapat pengarang tafsir Syiah yang menolak tafsir Ahlbayt as tentang Raj’ah :
- Syaikh ath-Thusi dalam Tafsir at-Tibyan:
“Orang-orang kafir itu bersumpah dengan Allah sekuat kemampuan mereka bahwa Allah tidak akan membangkitkan seorang pun pada Hari Kiamat dan tidak menghidupkannya setelah mati…”
- Syaikh ath-Thabrisi dalam Majma‘ al-Bayan:
“Mereka bersumpah dengan Allah dengan sungguh-sungguh dalam sumpah mereka bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati, yakni Allah tidak akan mengumpulkan seorang pun pada Hari Kiamat…”
__
- Sayyid ath-Thabathaba’i dalam Tafsir al-Mizan:
“Sesungguhnya orang-orang kafir mengetahui bahwa mereka dahulu berdusta dalam pengingkaran terhadap hari kebangkitan, ketika hari kebangkitan itu tampak nyata bagi mereka…”
__
Sumber-sumber ini (tersedia di perpustakaan Syiah) bagi yang ingin merujuknya.
Dan Imam Zaman Salam atasnya berkata:
«طَلَبُ الْمَعَارِفِ مِنْ غَيْرِ طَرِيقِنَا أَهْلَ الْبَيْتِ مُسَاوِقٌ لِإِنْكَارِنَا»
“Mencari ma‘rifat dari selain jalan kami Ahlulbait adalah sebanding dengan pengingkaran terhadap kami.”
