Saya adalah seorang Syiah. Saya memiliki Imam yang saya nantikan,
yaitu Imam al-Hujjah (as). Saya bagian dari umat Syiah yang dibebani
kewajiban untuk melakukan tamhid : mempersiapkan jalan bagi
Imam zamannya (as).

Kewajiban ini tidak bergantung pada apakah kita akan menyaksikan
zuhurnya atau tidak. Apakah akhirnya kita hidup sampai masa
kemunculannya atau tidak, itu bukan persoalan. Kewajiban tetap
kewajiban. Tamhid bagi Imam zaman (as) adalah tanggung jawab
yang melekat di leher kita.

Kita ingin mengetahui lebih dulu siapakah syiah menurut para Imam
Makshum as itu ?
Dan apa definisinya?

Tentu kita tidak mendefinisikan Syiah dari pikiran kita sendiri. Kita
mesti ambil definisinya dari Ahlulbait (as), dari teks-teks ziarah yang
jelas dan tersedia, seperti dalam kitab : Mafatih al-Jinan.

Dalam ziarah kepada Sayyid al-Syuhada, Imam al-Husain (as),
disebutkan:

«عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، الْمُقِرُّ بِالرِّقِّ، التَّارِكُ لِلْخِلَافِ عَلَيْكُمْ، وَالْمُوَالِي لِوَلِيِّكُمْ،
وَالْمُعَادِي لِعَدُوِّكُمْ، قَصَدَ حَرَمَكَ، وَاسْتَجَارَ بِمَشْهَدِكَ، وَتَقَرَّبَ إِلَيْكَ بِقَصْدِكَ»

“Aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba perempuan-
Mu; yang mengakui kehambaannya, meninggalkan penentangan
terhadap kalian, mencintai wali kalian, dan memusuhi musuh kalian.
Ia menuju ke haram-Mu, berlindung di tempat kesaksian-Mu, dan
mendekat kepada-Mu dengan tujuan menuju kepada-Mu.”

Dari sini kita dapati definisi yang jelas tentang siapa itu syiah :
Dimensi batin: pengakuan sebagai hamba, loyalitas kepada wali, dan
permusuhan terhadap musuh.
Dimensi praktis: bergerak menuju Imam as, berlindung kepadanya,
dan mendekat dengan niat, ucapan, dan amal.

Kemudian, dalam ziarah kepada Imam al-Hujjah (as) disebutkan:
فَلَوْ تَطَاوَلَتِ الدُّهُورُ، وَتَمَادَتِ الْأَعْمَارُ، لَمْ أَزْدَدْ فِيكَ إِلَّا يَقِينًا، وَلَكَ إِلَّا حُبًّا، وَعَلَيْكَ إِلَّا تَوَكُّلًا
وَاعْتِمَادًا، وَلِظُهُورِكَ إِلَّا تَوَقُّعًا وَانْتِظَارًا، وَلِجِهَادِي بَيْنَ يَدَيْكَ إِلَّا تَرَقُّبًا

“Seandainya masa memanjang dan usia berlanjut, tidaklah aku
bertambah kepadamu kecuali keyakinan, kecuali cinta, kecuali
tawakal dan ketergantungan, kecuali harapan dan penantian akan
kemunculanmu, serta kesiapan berjihad di hadapanmu.”

Dan ditegaskan:
«فَأَبْذُلُ نَفْسِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَأَهْلِي وَجَمِيعَ مَا خَوَّلَنِي رَبِّي بَيْنَ يَدَيْك
“Maka aku mengorbankan diriku, hartaku, anak-anakku, keluargaku,
dan seluruh yang dianugerahkan Tuhanku di hadapanmu.”

Ini adalah identitas Syiah Mahdawi. Syiah Imam Zaman as :
Keyakinan yang terus bertambah.
Cinta yang tidak berkurang.
Tawakal yang kokoh.
Penantian yang hidup.
Dan kesiapan total untuk berkorban di jalan Imamnya (as).

Tamhid : mempersiapkan Imam al-Hujjah (as)—bukan slogan kosong.
Ia adalah komitmen total: berada di antara perintah dan larangan
Imam (as).
«فَأَبْذُلُ نَفْسِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَأَهْلِي وَجَمِيعَ مَا خَوَّلَنِي رَبِّي بَيْنَ يَدَيْكَ، وَالتَّصَرُّفُ بَيْنَ أَمْرِكَ
وَنَهْيِكَ مَوْلَاى
“Aku mengorbankan diriku, hartaku, anak-anakku, keluargaku, dan
seluruh yang dianugerahkan Tuhanku di hadapanmu, dan aku
bergerak di antara perintah dan laranganmu, wahai tuanku.”

Ini inti tamhid : pengorbanan total dan kepatuhan mutlak.

Jika sempat mengalami masa kemunculan Imam Zaman as :

*«فَإِنْ أَدْرَكْتُ أَيَّامَكَ الزَّاهِرَةَ… أَرْجُو بِهِ الشَّهَادَةَ بَيْنَ يَدَيْكَ وَالْفَوْزَ لَدَيْكَ
“Jika aku menjumpai hari-harimu yang gemilang… aku berharap
syahadah di hadapanmu dan kemenangan di sisimu.”

Jika tidak sempat mengalami masa kemunculan Imam Zaman as:

**«وَإِنْ أَدْرَكَنِي الْمَوْتُ قَبْلَ ظُهُورِكَ… أَنْ يَجْعَلَ لِي كَرَّةً فِي ظُهُورِكَ وَرَجْعَةً فِي أَيَّامِكَ
“Jika kematian mendahuluiku sebelum kemunculanmu… aku
memohon agar Allah memberiku kesempatan kembali pada masa
kemunculanmu dan raj‘ah ( bangkit ) pada hari-harimu.”

Jelas: komitmen tidak berubah : sama saja apakah mengalami masa
kemunculan Imam Zaman as atau tidak.

Kepribadian Syiah Mahdawi dibangun atas tiga hal:

  1. Pengorbanan total
  2. Ketaatan mutlak kepada Imam (as)
  3. Kesiapan untuk syahadah dan raj‘ah

Semua ini disebutkan dalam teks-teks ziarah. Dan seluruhnya
membutuhkan penjelasan panjang, namun di sini kita ringkaskan
saja.

Dalam Ziarah Jamiah Kabirah Gambaran tentang siapa itu syiah
sangatlah rinci dan tegas:

  1. Iman dan bara’ah:
    «أَشْهَدُ اللَّهَ وَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي مُؤْمِنٌ بِكُمْ وَبِمَا آمَنْتُمْ بِهِ، كَافِرٌ بِعَدُوِّكُمْ وَبِمَا كَفَرْتُمْ بِهِ
    “Aku bersaksi di hadapan Allah bahwa aku beriman kepada kalian
    dan kepada apa yang kalian imani, dan aku ingkar kepada musuh
    kalian dan kepada apa yang kalian ingkari.”
  2. Loyalitas dan permusuhan:
    «مُوَالٍ لَكُمْ وَلِأَوْلِيَائِكُمْ، مُبْغِضٌ لِأَعْدَائِكُمْ، سِلْمٌ لِمَنْ سَالَمَكُمْ، حَرْبٌ لِمَنْ حَارَبَكُمْ
    “Aku loyal kepada kalian dan para wali kalian, membenci musuh
    kalian, damai dengan yang damai dengan kalian, dan memerangi
    yang memerangi kalian.”
  3. Ketaatan dan makrifah
    «مُطِيعٌ لَكُمْ، عَارِفٌ بِحَقِّكُمْ، مُقِرٌّ بِفَضْلِكُمْ، مُحْتَمِلٌ لِعِلْمِكُمْ
    “Aku taat kepada kalian, mengenal hak kalian, mengakui keutamaan
    kalian, dan menerima ilmu kalian.”
  4. Tawassul dan taqarrub
    «مُسْتَجِيرٌ بِكُمْ، مُتَقَرِّبٌ بِكُمْ إِلَى اللَّهِ، مُقَدِّمُكُمْ أَمَامَ حَوَائِجِ
    “Aku berlindung kepada kalian, mendekat kepada Allah melalui
    kalian, dan mendahulukan kalian dalam seluruh kebutuhanku.”
  5. Taslim dan tafwidh:
    «مُفَوِّضٌ فِي ذَلِكَ كُلِّهِ إِلَيْكُمْ، وَمُسَلِّمٌ فِيهِ مَعَكُمْ

“Aku menyerahkan seluruh urusanku kepada kalian dan tunduk
bersama kalian.”

  1. Sikap tegas:
    «فَمَعَكُمْ مَعَكُمْ، لَا مَعَ غَيْرِكُمْ
    “Aku bersama kalian, hanya bersama kalian, tidak bersama selain
    kalian.”
  2. Bara’ah total:
    «وَبَرِئْتُ إِلَى اللَّهِ… مِنْ أَعْدَائِكُمْ… وَمِنَ الْأَئِمَّةِ الَّذِينَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ
    “Aku berlepas diri kepada Allah dari musuh-musuh kalian dan dari
    para pemimpin yang menyeru ke neraka.”
  3. Doa dan harapan:
    «فَثَبَّتَنِي اللَّهُ عَلَى مُوَالَاتِكُمْ… وَرَزَقَنِي شَفَاعَتَكُمْ
    “Semoga Allah meneguhkan aku dalam loyalitas kepada kalian dan
    menganugerahkan syafaat kalian kepadaku.”
  4. Mengikuti jejak:

«وَجَعَلَنِي مِمَّنْ يَقْتَصُّ آثَارَكُمْ وَيَسْلُكُ سَبِيلَكُمْ وَيَهْتَدِي بِهُدَاكُمْ
“Menjadikan aku termasuk yang mengikuti jejak kalian, menempuh
jalan kalian, dan mendapat petunjuk dengan petunjuk kalian.”

  1. Masa depan Mahdawi:
    «وَيُحْشَرُ فِي زُمْرَتِكُمْ، وَيَكُرُّ فِي رَجْعَتِكُمْ، وَيَمْلِكُ فِي دَوْلَتِكُمْ
    “Dihimpunkan bersama kalian, kembali dalam raj‘ah kalian, dan
    memperoleh bagian dalam pemerintahan kalian.”
  2. Jalan menuju Allah:
    «مَنْ أَرَادَ اللَّهَ بَدَأَ بِكُمْ، وَمَنْ قَصَدَهُ تَوَجَّهَ بِكُمْ
    “Siapa yang menghendaki Allah, ia memulai dengan kalian. Siapa
    yang menuju kepada-Nya, ia menghadap kepada kalian.”

Itulah adalah definisi Syiah. Jika engkau ingin mengetahui apakah
engkau benar-benar Syiah, maka ukur dirimu dengan apa yang
dipaparkan dalam teks-teks ziarah tersebut yang bersumber dari :

  1. Ziarah Husaini kepada Imam al-Husain (as) dalam mukaddimah
    Ziarah Warits.
  2. Ziarah Mahdawi kepada Imam al-Hujjah (as) yang diawali:

«السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خَلِيفَةَ اللَّهِ وَخَلِيفَةَ آبَائِهِ الْمَهْدِيِّينَ

  1. Ziarah Jamiah Kabirah.