Teks Hadis :
ما هو مصيرُ روحِ الإنسانِ بعدَ موته
قال الإمامُ الصادقُ عليه السلام:
إذا قُبِضَتِ الرُّوحُ فهي مُظِلَّةٌ فوقَ الجسدِ – روحُ المؤمنِ وغيرِه – ينظرُ إلى كلِّ شيءٍ يُصنَعُ به، فإذا كُفِّنَ ووُضِعَ على السريرِ وحُمِلَ على أعناقِ الرجالِ عادتِ الرُّوحُ إليه ودخلتْ فيه، فيُمَدُّ له في بصرِه، فينظرُ إلى موضعِه من الجنَّةِ أو من النارِ، فيُنادي بأعلى صوتِه: إن كان من أهلِ الجنَّةِ: عجِّلوني عجِّلوني، وإن كان من أهلِ النارِ: ردُّوني ردُّوني، وهو يعلمُ كلَّ شيءٍ يُصنَعُ به، ويسمعُ الكلامَ.
Terjemahan :
Bagaimana nasib ruh manusia setelah kematiannya
Imam Ja’far ash-Shadiq a.s. bersabda:
“Apabila ruh telah dicabut, maka ia berada melayang di atas jasad—baik ruh seorang mukmin maupun selainnya. Ruh itu melihat segala sesuatu yang dilakukan terhadap jasadnya. Ketika jasad telah dikafani, diletakkan di atas usungan, dan dipikul di atas pundak-pundak orang-orang, ruh kembali kepadanya dan masuk ke dalamnya. Lalu penglihatannya dilapangkan sehingga ia dapat melihat tempatnya di surga atau di neraka. Maka ia berseru dengan suara yang paling keras. Jika ia termasuk penghuni surga, ia berkata: ‘Segerakan aku! Segerakan aku!’ Dan jika ia termasuk penghuni neraka, ia berkata: ‘Kembalikan aku! Kembalikan aku!’ Sementara itu ia mengetahui segala sesuatu yang dilakukan terhadapnya dan mendengar setiap perkataan.”
