Al-Ghadir ( 1 ) Pohon Penuh Berkah Vs Pohon Terkutuk

Al-Ghadir: Sebuah Pembacaan yang Bersifat Kualitatif

Inilah judul pembicaraan saya dalam majelis kita kali ini, yang akan saya bagi menjadi beberapa kilasan.

Kilasan pertama adalah mengenai makna umum dari judul ini.

Al-Ghadir, secara ringkas, adalah proyek Muhammadi untuk membangun manusia, baik dari sisi individu-pribadi maupun dari sisi umat. Sebaliknya, ada proyek lain yang bernama As-Saqifah.

Definisinya adalah: proyek Iblisi untuk menghancurkan manusia, baik dari sisi individu-pribadi maupun dari sisi umat.

Ada dua proyek:

  • Proyek Muhammadi untuk membangun manusia dan membangun umat, yang berjudul Al-Ghadir.
  • Dan proyek Iblisi untuk menghancurkan manusia dan menghancurkan umat, yang berjudul As-Saqifah.

Dua proyek yang saling bertentangan dan berlawanan dalam seluruh arah dan dimensinya.

Al-Qur’an al-Karim mengungkapkan proyek pertama, yaitu Al-Ghadir dan proyek Al-Musthafa, dengan sebutan “pohon yang diberkahi” (asy-syajarah al-mubarakah).

Sedangkan proyek kedua diungkapkan dengan sebutan “pohon yang terkutuk” (asy-syajarah al-mal’unah).

Maka terdapat istilah pohon yang diberkahi, yang merupakan nama lain bagi Al-Ghadir, yaitu proyek Muhammadi.

Dan terdapat pula istilah dalam Al-Qur’an, yaitu pohon yang terkutuk.

Riwayat-riwayat datang dengan penjelasan yang tegas mengenai makna pohon yang terkutuk. Dalam Al-Kafi dan kitab-kitab lainnya disebutkan bahwa yang dimaksud adalah As-Saqifah.

Adapun yang sering disebut mengenai Bani Umayyah sebagai makna dari pohon yang terkutuk, maka itu hanyalah salah satu contoh atau manifestasinya.

Jika tidak demikian, maka dalam riwayat-riwayat Ahlulbait, pohon yang terkutuk adalah As-Saqifah, sedangkan Bani Umayyah hanyalah salah satu buah dari pohon tersebut.

Karena itu, memusatkan perhatian hanya kepada Bani Umayyah merupakan penyempitan dalam pemikiran dan penyempitan dalam memahami apa yang dikehendaki oleh Ahlulbait shalawat dan salam atas mereka semua.

Saya tidak ingin membahas seluruh rincian tersebut. Saya telah mengatakan bahwa saya akan menjadikan pembicaraan saya dalam beberapa kilasan.

Kilasan pertama adalah definisi global dari judul ini, yaitu Al-Ghadir.

Al-Ghadir, sebagaimana telah saya katakan, adalah proyek Muhammadi dalam membangun manusia, baik dari sisi individu-pribadi maupun dari sisi umat.