Nubuat Rasulullah saw Tentang pengepungan terhadap rumah putrinya Fatimah as Dan pemukulan terhadapnya :

أَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ) عَلَى ابْنَتِهِ (عَلَيْهَا السَّلَامُ) فَقَالَ: إِنَّكِ أَوَّلُ مَنْ يَلْحَقُنِي مِنْ أَهْلِ بَيْتِي وَ أَنْتِ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الجَنَّةِ وَ سَتَرَيْنَ بَعْدِي ظُلْمًا وَ غَيْظًا حَتَّى تُضْرَبِي وَ يُكْسَرَ ضِلْعٌ مِنْ أَضْلَاعِكِ. لَعَنَ اللهُ قَاتِلَكِ وَ لَعَنَ الآمِرَ وَ الرَّاضِيَ وَ المُعِينَ وَ المُظَاهِرَ عَلَيْكِ وَ ظَالِمَ بَعْلِكِ وَ ابْنَيْكِ

Artinya:

Rasulullah saww menghadap putrinya (as) lalu bersabda: “Sesungguhnya engkau adalah orang pertama dari Ahlul Baitku yang akan menyusulku, dan engkau adalah Sayyidah wanita penghuni surga. Dan engkau akan melihat setelahku kezaliman dan kemarahan hingga engkau dipukul dan dipatahkan tulang rusukmu. Terlaknatlah mereka yang menyakitimu Dan suamimu . Terlaknatlah mereka yang rela atas pemukulan-mu.”

Sumber :

Kitab Sulaym bin Qais* – ini adalah kitab hadits tertua yang menjadi rujukan utama tentang peristiwa setelah wafatnya Nabi saww, khususnya tentang peristiwa pintu rumah Fatimah as yang berujung pada gugurnya janin Muhsin as.

Dalam literatur riwayat ini diterima sebagai bagian dari musibah yang menimpa Fatimah Zahra as dan menjadi dasar penghormatan yang sangat tinggi kepada beliau sebagai Sayyidatu Nisa’ al-Alamin.