Merawat Akidah Salimah Agar Tidak Hilang ( 1 )
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah berjaga (ber-ribāṭ), dan bertakwalah kepada Allah, agar kalian beroleh keberuntungan, ya … agar kalian beroleh keberuntungan.
إِذَا لَمْ يَكُنِ الْإِمَامُ قَدْ أَنْضَى ذَلِكَ فَلَنْ تُفْلِحُوا.
Apabila Imam Zaman as belum mengesahkan dan menetapkan akidah itu, maka tentu kalian tidak akan beruntung.
إِنَّمَا احْتِمَالُ الْفَلَاحِ إِذَا أَنْضَى إِمَامُكُمْ ذَلِكَ.
Sesungguhnya kemungkinan memperoleh keberuntungan hanyalah apabila Imam Zaman as telah menetapkan, menandatanganinya, mengesahkannya.
وَإِلَّا سَتَكُونُ الْآيَةُ رَكِيكَةً بَعْدَ كُلِّ هَذِهِ الْأَوَامِرِ.
Kalau tidak demikian, niscaya ayat ini menjadi lemah susunannya setelah semua perintah tersebut.
ثُمَّ تَقُولُ الْآيَةُ: لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
Kemudian ayat itu berkata: “Agar kalian beroleh keberuntungan.”
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا، هُمْ مُؤْمِنُونَ.
“Wahai orang-orang yang beriman.” Ya… Mereka Yang diseru memang orang-orang yang beriman.
اصْبِرُوا، اصْبِرُوا عَلَى دِينِكُمْ،
“Bersabarlah”, bersabarlah di atas akidah salimah kalian.
صَابِرُوا عَدُوَّكُمْ،
Dan hadapilah musuh kalian dengan kesabaran yang lebih besar.
رَابِطُوا إِمَامَكُمْ،
Dan ikatlah hubungan kalian lebih kuat dengan Imam Zaman kalian.
وَاتَّقُوا اللَّهَ.
Dan bertakwalah kepada Allah.
إِنَّ الْعَقِيدَةَ الْجَامِعَةَ.
Inilah akidah yang menghimpun (akidah yang menyeluruh).
اتَّقُوا اللَّهَ، هَذِهِ التَّقْوَى هُنَا الْعَقِيدَةُ الْجَامِعَةُ.
“Bertakwalah kepada Allah.” Ketakwaan yang dimaksud di sini adalah akidah yang menyeluruh. Bukan ketakwaan menjauhi larangan Dan mentaati perintah Tuhan tanpa akidah salimah. Bukan.
لِأَنَّنَا لَا نَتَّقِي النَّارَ بِالْعِبَادَةِ.
Karena kita tidak menjaga diri dari neraka hanya dengan banyaknha ibadah ritual seremonial.
نَحْنُ نَتَّقِي النَّارَ بِالْعَقِيدَةِ السَّلِيمَةِ.
Kita menjaga diri dari neraka dengan akidah yang benar. Akidah yang murni Ahlbayt as.
الْعِبَادَةُ تُرَكِّزُ الْعَقِيدَةَ السَّلِيمَةَ فِي قُلُوبِنَا.
Ibadah2 ritual fungsinya menanamkan akidah yang benar di dalam hati kita.
لِأَنَّ الْعَقِيدَةَ قَدْ تَكُونُ مُسْتَوْدَعَةً.
Karena akidah itu bisa saja merupakan akidah yang bersifat titipan (belum menetap). Masih mungkin terhapus.
إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُحَوِّلَ عَقِيدَتَكَ الْمُسْتَوْدَعَةَ إِلَى عَقِيدَةٍ مُسْتَقِرَّةٍ،
Apabila engkau ingin mengubah akidah yang masih berupa titipan menjadi akidah yang kokoh dan menetap,
تَمَسَّكْ بِتَعَالِيمِ الْأَئِمَّةِ،
berpegangteguhlah kepada ajaran para Imam as. Jangan dicampuradukkan dg yang lain.
تَمَسَّكْ بِالْعِبَادَةِ،
berpegangteguhlah kepada ibadah,
تَمَسَّكْ بِالْفَرَائِضِ،
berpegangteguhlah kepada kewajiban-kewajiban agama,
الْتَزِمْ بِكُلِّ مَا أَوْجَبُوهُ عَلَيْكَ،
berkomitmenlah terhadap segala sesuatu yang mereka wajibkan atasmu,
وَتَوَرَّعْ عَنْ كُلِّ مَا مَنَعُوكَ عَنْهُ.
dan jauhilah segala sesuatu yang mereka larang bagimu.
كُنْ مُتَوَاجِدًا دَائِمًا فِي مَوْضِعِ الطَّاعَةِ،
Hendaklah engkau selalu berada di tempat ketaatan.
وَكُنْ غَائِبًا دَائِمًا عَنْ مَوْضِعِ الْمَعْصِيَةِ.
Dan hendaklah engkau selalu tidak berada di tempat kemaksiatan.
أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ هُوَ الَّذِي يَعْرِفُ التَّقْوَى.
Amirul Mukminin-lah yang menjelaskan makna ketakwaan,
أَنْ يَجِدَكَ اللَّهُ فِي مَوْضِعِ طَاعَتِهِ، وَأَنْ يَفْتَقِدَكَ مِنْ مَوْضِعِ مَعْصِيَتِهِ.
Yaitu, Allah mendapati engkau berada di tempat ketaatan kepada-Nya, dan tidak mendapati engkau berada di tempat kemaksiatan kepada-Nya.
هَذِهِ آثَارُ التَّقْوَى.
Inilah buah-buah ketakwaan.
أَنْ يَكُونَ الْإِنْسَانُ بِهَذَا الْوَصْفِ يُؤَدِّي إِلَى تَثْبِيتِ عَقِيدَةِ الْإِنْسَانِ السَّلِيمَةِ.
Keadaan seseorang yang memiliki sifat seperti ini akan mengokohkan akidahnya yang benar.
( Berlanjut )
