Tafsir Ahlbayt as atas surat al-A’raf ( 7 ) ayat (46)

عَنِ الْمُقَرِّرِ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ إِمَامَنَا الصَّادِقَ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ يَقُولُ:

Dari al-Muqarrir, ia berkata: Aku mendengar Abu Abdillah, Imam kami ash-Shadiq a.s., bersabda:


جَاءَ ابْنُ الْكَوَّاءِ إِلَى أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ، فَقَالَ:

Ibnu al-Kawwā’ datang kepada Amirul Mukminin a.s., lalu berkata:


يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، ﴿وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ﴾.

“Wahai Amirul Mukminin, (apakah makna firman Allah): ‘Dan di atas al-A’raf ada orang-orang yang mengenal setiap orang melalui tanda-tanda mereka.’


فَقَالَ: نَحْنُ عَلَى الْأَعْرَافِ، نَعْرِفُ أَنْصَارَنَا بِسِيمَاهُمْ.

Beliau bersabda: “Kamilah yang berada di atas al-A’raf; kami mengenal para penolong kami melalui tanda-tanda mereka.”


وَنَحْنُ الْأَعْرَافُ الَّذِي لَا يُعْرَفُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بِسَبِيلِ مَعْرِفَتِنَا.

“Dan kamilah al-A’raf; Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung tidak dikenal kecuali melalui jalan mengenal kami.”


وَنَحْنُ الْأَعْرَافُ، يَعْرِفُنَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ.

“Dan kamilah al-A’raf; Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung memperkenalkan kami pada hari Kiamat di atas Shirath.”


فَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ عَرَفَنَا وَعَرَفْنَاهُ.

“Maka tidak akan masuk surga kecuali orang yang mengenal kami dan kami mengenalnya.”


وَلَا يَدْخُلُ النَّارَ إِلَّا مَنْ أَنْكَرَنَا وَأَنْكَرْنَاهُ.

“Dan tidak akan masuk neraka kecuali orang yang mengingkari kami dan kami mengingkarinya.”


إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَوْ شَاءَ لَعَرَّفَ الْعِبَادَ نَفْسَهُ.

“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala, sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia memperkenalkan Diri-Nya kepada para hamba.”


وَلَكِنْ جَعَلَنَا أَبْوَابَهُ وَصِرَاطَهُ وَسَبِيلَهُ وَالْوَجْهَ الَّذِي يُؤْتَى مِنْهُ.

“Akan tetapi Dia menjadikan kami sebagai pintu-pintu-Nya, Shirath-Nya, jalan-Nya, dan wajah yang melalui-Nya seseorang mendatangi-Nya.”


فَمَنْ عَدَلَ عَنْ وِلَايَتِنَا أَوْ فَضَّلَ عَلَيْنَا غَيْرَنَا، فَإِنَّهُمْ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ.

“Maka siapa yang berpaling dari wilayah kami atau mengutamakan selain kami atas kami, sungguh mereka benar-benar telah menyimpang dari Shirath.”


فَلَا سَوَاءٌ مَنْ اعْتَصَمَ النَّاسُ بِهِ.

“Maka tidaklah sama orang yang dijadikan tempat manusia berpegang teguh.”


وَلَا سَوَاءٌ حَيْثُ ذَهَبَ النَّاسُ إِلَى عُيُونٍ كَثِيرَةٍ يُفْرِغُ بَعْضُهَا فِي بَعْضٍ.

“Dan tidaklah sama ketika manusia pergi kepada banyak mata air yang sebagian mengalir ke dalam sebagian yang lain.”


وَذَهَبَ مَنْ ذَهَبَ إِلَيْنَا إِلَى عُيُونٍ صَافِيَةٍ تَجْرِي بِأَمْرِ رَبِّهَا لَا نَفَادَ لَهَا وَلَا انْقِطَاعَ.

“Sedangkan orang yang datang kepada kami, ia datang menuju mata-mata air yang jernih, yang mengalir dengan perintah Tuhannya, yang tidak pernah habis dan tidak pernah terputus.”